Wednesday, 16 August 2017

Tetap shalat di situasi padat.

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

hi..., lagi-lagi saya lama tidak bekunjung ke sini dan baru kali ini datang kembali.
looks like a busy woman but actually not at all.. hehehe... take back the mood is not easy sometimes.
Well, hopefully that i can write here without depends on mood but still not easy to do.. :( ..
Okey... it's one of my problem that i have to solve.. hehehe..
May Allah gives me mood on more and even long lasting for writing and berkah... aamiin yaa Rabbal 'alamin...

Oke, this time saya mau share hal yang saya temukan ketika saya beli seblak. Saya rasa sudah tahu apa itu seblak. Yaa.. salah satu makanan yang kalau tidak salah bermula dari kota Bandung. Tapi bukan seblak yang akan saya share atau bahasa sekarang.. :D

Malam itu adik saya mau makan lumpia basah yang dijual di tempat yang sama dimana saya membeli seblak. Saya berangkat menuju tempat tersebut setelah Maghrib, mungking sekitar setelah setengah tujuh. Tapi ketika sampai di sana yang penjualnya berbeda, saya katakan ini karena saya sudah membeli seblak di sini beberapa kali. Penjualnya masih remaja, biasanya seorang ibu-ibu. Dan saya mulai memesan. Saya sampaikan pesanan saya yang pertama adalah lumpia basah, kemudian adik remaja ini menghubungi seseorang melalui telp genggamnya. Dalam hati saya bertanya-tanya, kenapa adik ini malah menelpon seseorang bukannya langsung membuat pesanan saya?

Tidak lama kemudian terjawab pertanyaan saya, adik remaja ini menghubungi seseorang sepertinya untuk menanyakan keberadaan ibu yang biasa melayani pembeli di tempat itu. Dan ternyata adik remaja ini tidak bisa untuk membuatkan lumpia basah, makanya dia bukan melayani pesanan saya tapi malah menelpon. Dan setelah saya tanya kemana ibu yang biasa melayani, adik ini pun mejawab kalau ibu sedang pulang untuk shalat Maghrib. Dalam hati saya senang dan bersyukur.. Mashaa Allah.. Alhamdulillah.. ibu ini tidak lupa ibadah shalat.. :) .
Akhirnya saya pun memutuskan ke tempat lain dulu dan akan kembali lagi nanti. Dengan pemikiran saya tidak mau mebuat ibu yang sedang beribadah jadi terburu-buru dan tidak tenang. Dan saya sampaikan ke adik remaja tadi biarkan saja ibunya untuk shalat dulu dan saya akan kembali lagi nanti.

Selang hampir setengah jam kemudian saya pun datang lagi, dan ternyata sudah ada antrian.. hehehe.. ya sudah.. gak apa-apa.. :D
Saya pikir ibunya sudah kembali, tapi ternyata belum. Yang ada seorang bapak dan adik remaja tadi. Sempat saya berpikir, sepertinya adik remaja ini adalah anak dari ibu yang biasa melayani pembeli dan bapak ini adalah suaminya.
Meski ibunya belum ada, saya tetap menyampaikan pesanan saya kepada bapak ini. Dan ternyata bapak ini pun tidak dapat membuat lumpia basah. Jadi saya mesti menunggu lagi.
Pembeli pun bertambah, antrian semakin panjang. Pembeli ada yang menuliskan pesanan mereka di secarik kertas untuk memudahkan dan agar tidak terlewatkan pesanannya apa saja.

Cukup lama... dan akhirnya ibu datang juga.. :)
Ibu pun langsung melayani pembeli dan membuatkan pesanan yang telah mengantri, termasuk pesanan saya. Sambil memasak ibu ini sambil sedikit cerita kalau dia tadi pulang untuk shalat maghrib dulu dan makan, kemudian shalat isya dan baru datang lagi ke tempat jual seblak.

Dalam hati lagi-lagi saya senang dan bersyukur.. Masahaa Allah.. Alhamdulillah... :)
Ibu ini berhasil menegakkan dan menjalankan sekalipun situasi padat, namun shalat tetap tidak boleh terlewatkan.

Hal positive bisa kita dapat dari mana saya, kapan saja, dan siapa saja. Bahkan dari seseorang yang kita tidak kenal sekalipun.


So guys, what do you think about this maam?
Apa pendapat teman-teman tentang ibu ini?


That's it for now..

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


#Levina R.


No comments:

notitle

She can't please everyone But at least she can help someone